Jadi Pembina Upacara di MTsN 2 Kota Padang Ramadanis Tekankan Tujuh Kebiasaan Hebat Anak Indonesia dan Disiplin

MTsN 2 Kota Padang, Humas— Upacara bendera yang digelar di lapangan MTsN 2 Kota Padang pada Senin (21/4) pagi berlangsung lebih khidmat dan penuh semangat dari biasanya. Pasalnya, yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Pengawas Manajerial Kementerian Agama Kota Padang, Ramadanis. Sedangkan pelaksana upacara adalah pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) madrasah tersebut.

Upacara dihadiri oleh Kepala madrasah, Kepala Tata Usaha, majelis guru, guru muda dari UNP, pegawai dan siswa-siswi MTsN 2 Kota Padang yang belajar shift pagi. Pembina upacara  memberikan amanat yang inspiratif kepada seluruh peserta didik dan tenaga pendidik.

Mengawali amanatnya, Ramadanis mengapresiasi pelaksanaan upacara yang berlangsung dengan tertib dan kitmad baik dari pelaksana upacara maupun dari peserta upacara itu sendiri sehingga upacara yang dilaksanakan memberikan nuansa yang penuh semangat dan bernilai positif.

Dalam amanatnya, Ramadanis menyampaikan pentingnya menanamkan 7 kebiasaan hebat anak Indonesia untuk menuju generasi emas tahun 2045 sebagai bekal membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berakhlak mulia. Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi:

1.    Bangun pagi atau Subuh
2.    Taat beribadah
3.    Berolahraga secara teratur
4.    Makan sehat dan bergizi
5.    Gemar belajar
6.    Bermasyarakat
7.    Tidur tepat waktu
 
Rama menekankan bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut tidak hanya penting di sekolah, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan lingkungan masyarakat.

“Anak Indonesia yang hebat bukan hanya pintar di kelas, tapi juga punya karakter yang kuat. Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari bisa membentuk pribadi yang luar biasa di masa yang akan datang. Selain itu ananda juga harus meningkatkan disiplin dan beraklak mulya dimana saja ananda berada” ujar Rama dalam amanatnya.

Kepala MTsN 2 Kota Padang, H. Ramli saat ditemui usai upacara, menyambut baik pesan tersebut dan berharap seluruh warga madrasah dapat menjadikan nilai-nilai itu sebagai bagian dari budaya madrasah. Ia berharap setiap guru dapat menanamkan ketujuh kebiasaan hebat anak Indonesia tersebut kepada peserta didiknya.

Usai upacara setelah siswa masuk kedalam kelas, dilanjutkan dengan pembinaan kepada guru-guru oleh pengawas diruang majelis guru yang dihadiri oleh kepala madrasah, kaur TU, dan seluruh majelis guru dan pegawai. (DI/SN)