Perkuat Budaya Mutu, Kamad Ramli Dorong Guru Mengisi Surlingjar 2026
MTsN 2 Kota Padang, Humas – Kamis (30/07/26), Kepala MTsN 2 Kota Padang, H. Ramli, S.Ag, M. Pd mengajak seluruh guru untuk berpartisipasi aktif dalam Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) Kemendikdasmen Tahun 2026. Ajakan tersebut disampaikan dalam rapat dinas guru dan tenaga kependidikan bertempat diruang majelis beberapa yang waktu.
H. ramli menegaskan bahwa Survei Lingkungan Belajar merupakan instrumen yang digunakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperoleh gambaran mengenai kualitas proses pembelajaran, iklim keamanan, iklim kebinekaan, budaya refleksi, kepemimpinan pembelajaran, serta berbagai aspek lain yang memengaruhi mutu pendidikan di satuan pendidikan.
"Survei Lingkungan Belajar bukanlah penilaian terhadap individu guru, melainkan sarana untuk memotret kondisi nyata lingkungan belajar di madrasah. Karena itu, saya mengajak seluruh guru agar mengisi survei ini secara jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab. Data yang diberikan akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan program peningkatan mutu pendidikan," ujar Ramli.
Ramli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah menunjukkan komitmen tinggi dengan mengikuti Survei Lingkungan Belajar sesuai jadwal yang ditetapkan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru atas partisipasi dan kesungguhan dalam mengisi Survei Lingkungan Belajar. Semoga kontribusi ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan madrasah yang semakin berkualitas, berkarakter, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik," tutup Ramli.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Hendrawati, S.Pd, mengatakan bahwa Survei Lingkungan Belajar bertujuan mengukur berbagai aspek nonakademik yang berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran, seperti budaya sekolah, praktik pembelajaran, kepemimpinan kepala satuan pendidikan, rasa aman, kesejahteraan psikologis warga sekolah, hingga dukungan terhadap pembentukan karakter murid.
"Melalui survei ini pemerintah memperoleh data yang komprehensif mengenai kondisi riil lingkungan belajar di setiap satuan pendidikan. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi dan penyusunan program peningkatan kualitas pendidikan yang lebih tepat sasaran," tutur Hendrawati.
Ia menambahkan bahwa pengisian survei dilakukan secara mandiri melalui laman yang telah disediakan Kemendikdasmen dengan menggunakan akun belajar masing-masing guru. Seluruh pertanyaan dijawab berdasarkan pengalaman nyata selama melaksanakan tugas di madrasah sehingga hasil yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi sesungguhnya.
Sebanyak 68 orang guru MTsN 2 Kota Padang mengikuti Survei Lingkungan Belajar tahun ini. Pelaksanaan pengisian dilakukan secara daring melalui akun masing-masing guru sesuai jadwal yang telah ditetapkan Kemendikdasmen.
Sebelum pelaksanaan, madrasah juga memberikan pendampingan teknis agar seluruh guru memahami mekanisme pengisian dan dapat menyelesaikannya dengan baik.
Melalui partisipasi aktif seluruh guru, MTsN 2 Kota Padang berharap hasil Survei Lingkungan Belajar dapat menjadi bahan refleksi dan evaluasi dalam memperkuat budaya mutu, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendukung terwujudnya pendidikan madrasah yang unggul, inklusif, dan berdaya saing. (Humas)

