Belajar dengan HATI, Pesan Elyunita untuk Murid MTsN 2 Kota Padang di Lapangan Upacara Bendera
MTsN 2 Kota Padang, Humas — Lapangan upacara MTsN 2 Kota Padang kembali menjadi ruang pembinaan karakter dan motivasi bagi seluruh murid. Dalam amanatnya sebagai Pembina upacara bendera, Elyunita, M. Pd menyampaikan pesan penting tentang kunci meraih kesuksesan dalam belajar melalui prinsip HATI, yakni Humble (rendah hati), Adaptif, Tekun, dan Inovatif.
Upacara bendera Senin (31/08/26) yang berlangsung khidmat dilapangan madrasah dilaksanakan oleh murid-murid Kelas 9.3 di bawah bimbingan Wali Kelasnya Risdahayati, S.Pd dan diikuti oleh Kepala madrasah, Kaur TU, majelis guru, tenaga kependidikan, guru muda dari UNP dan STAI-PIQ Sumbar yang tengah melakukan praktik lapangan pendidikan (PLK) serta murid-murid yang belajar pagi.
Dalam amanatnya, Elyunita mengajak murid untuk tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun karakter yang menjadi bekal penting dalam meraih kesuksesan di masa depan.
“Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi nilai yang kita peroleh, tetapi juga oleh karakter, sikap, dan kemauan kita untuk terus belajar. Karena itu, belajarlah dengan HATI,” ujar Elyunita yang mengajar Matematika.
Ia kemudian menjelaskan makna dari setiap unsur HATI yang dapat diterapkan murid dalam kehidupan sehari-hari.
H — Humble atau Rendah Hati
Menurut Elyunita, sikap rendah hati merupakan karakter penting yang harus dimiliki seorang pelajar. Murid yang rendah hati tidak merasa paling pintar dan selalu terbuka untuk menerima ilmu, nasihat, serta masukan dari orang lain.
“Humble atau rendah hati berarti kita tidak sombong dengan kemampuan yang kita miliki. Sekalipun kita berprestasi dan memiliki kelebihan, tetaplah menghargai teman, guru, dan orang lain. Orang yang rendah hati akan terus belajar karena menyadari bahwa masih banyak hal yang belum diketahuinya,” tuturnya.
Ia menambahkan, kerendahan hati bukan berarti minder, melainkan mampu menempatkan diri dengan baik dan tetap menghargai orang lain.
A — Adaptif
Selanjutnya, Elyunita mengingatkan murid agar menjadi pribadi yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Dunia pendidikan dan kehidupan terus berkembang sehingga murid dituntut tidak mudah mengeluh ketika menghadapi situasi baru.
“Adaptif berarti mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Jangan takut menghadapi hal-hal baru. Gunakan perubahan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Murid yang adaptif akan lebih siap menghadapi tantangan, baik di sekolah maupun ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” jelasnya.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi juga diperlukan dalam penggunaan teknologi. Murid harus mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif dan mendukung proses pembelajaran.
T — Tekun
Seterusnya, Elyunita menekankan pentingnya ketekunan. Menurutnya, keberhasilan tidak dapat diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi.
“Tekun berarti tidak mudah menyerah. Kalau hari ini belum berhasil, jangan berhenti mencoba. Kalau belum memahami pelajaran, ulangi kembali, bertanya kepada guru, dan terus berlatih. Ingat, keberhasilan adalah hasil dari usaha yang dilakukan secara terus-menerus,” ungkap Elyunita.
Ia juga mengingatkan murid untuk membiasakan diri belajar secara rutin, disiplin mengerjakan tugas, serta bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran.
I — Inovatif
Terakhir, Elyunita mengajak murid menjadi generasi yang inovatif dan kreatif. Menurutnya, murid tidak cukup hanya menjadi penerima informasi, tetapi harus mampu menciptakan ide dan solusi baru.
“Inovatif berarti berani berpikir kreatif, mencoba cara baru, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” pesannya.
Elyunita berharap prinsip HATI tidak berhenti sebagai sebuah slogan yang didengar saat upacara, tetapi benar-benar diterapkan oleh murid dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kalian mampu menjadi pribadi yang Humble, Adaptif, Tekun, dan Inovatif, insyaallah kalian akan memiliki bekal yang kuat untuk meraih kesuksesan. Mulailah dari sekarang, dari hal-hal kecil, dan lakukan dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya.
Kepala MTsN 2 Kota Padang, H. Ramli memberikan apresiasi terhadap pesan pembinaan yang disampaikan Elyunita. Menurutnya, pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepribadian murid.
“Kami sangat mengapresiasi pesan yang disampaikan Ibu Elyunita. HATI merupakan nilai-nilai positif yang sangat relevan untuk ditanamkan kepada murid, yaitu rendah hati, mampu beradaptasi, tekun dalam berusaha, dan inovatif dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujar Ramli.
Ia berharap seluruh murid MTsN 2 Kota Padang mampu menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari karakter mereka.
“Jadikan HATI bukan sekadar akronim, tetapi sebagai sikap dalam belajar dan kehidupan. Dengan karakter yang baik, semangat belajar yang kuat, serta kemauan untuk terus berkembang, kita berharap murid-murid MTsN 2 Kota Padang dapat meraih prestasi dan menjadi generasi yang berakhlak, mandiri, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.

