Perkuat Pembelajaran Ramah Semua Murid, Gilang Dwi Nanda Kupas Pendidikan Inklusif pada Lokakarya MTsN 2 Kota Padang

MTsN 2 Kota Padang, Humas — Dalam upaya memperkuat kualitas pembelajaran yang ramah dan mampu mengakomodasi keberagaman murid, Lokakarya Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTsN 2 Kota Padang yang dilaksanakan dimadrasah tersebut menghadirkan Gilang Dwi Nanda, S. Pd, MM sebagai narasumber untuk mengupas materi Pendidikan Inklusif, Kamis (3/9/2026).

Lokakarya sehari penuh bersama Bapak Gilang Dwi Nanda berlangsung secara interaktif dengan materi yang dibagi ke dalam tiga sesi. Setiap sesi dipandu oleh moderator yang berbeda, yakni Fauziyyah Perisya, S. Pd bertindak sebagai moderator pada sesi pertama, Sri Amelia, M. Pd sebagai moderator pada sesi kedua, dan Hilda Yusra, S. Th I sebagai moderator pada sesi ketiga.

Dalam pemaparannya, Gilang Dwi Nanda menjelaskan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar persoalan memberikan akses pendidikan kepada semua murid, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan dan proses pembelajaran yang dapat mengakomodasi perbedaan murid.

“Pendidikan inklusif mengajarkan kita untuk melihat setiap anak dengan segala keunikan dan potensinya. Perbedaan bukan menjadi alasan untuk membatasi mereka, tetapi menjadi dasar bagi guru untuk menyesuaikan strategi pembelajaran,” jelas Gilang.

Gilang menekankan pentingnya guru memiliki perspektif yang positif terhadap keberagaman murid. Guru perlu memahami kondisi murid, membangun komunikasi yang baik, serta menciptakan suasana kelas yang aman, nyaman, dan bebas dari diskriminasi.

“Ketika kita berbicara tentang pembelajaran yang ramah semua murid, maka kita harus memastikan tidak ada anak yang merasa tersisih dalam proses pembelajaran. Setiap murid harus memiliki ruang untuk berpartisipasi, bertanya, berpendapat, dan menunjukkan kemampuannya,” tegas Gilang.

Ia juga mendorong para guru untuk melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang telah dilakukan. Penyesuaian metode, aktivitas, media, maupun bentuk asesmen dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif sesuai kebutuhan murid.

Pemaparan Gilang berlangsung interaktif. Peserta lokakarya mengikuti materi dengan antusias melalui diskusi dan berbagi pengalaman mengenai keberagaman karakteristik murid yang mereka temui dalam proses pembelajaran di madrasah.

Kepala MTsN 2 Kota Padang, H. Ramli memberikan apresiasi terhadap materi yang disampaikan oleh narasumber. Ia menilai materi pendidikan inklusif sangat relevan dengan kebutuhan guru dalam menghadapi dinamika pembelajaran saat ini.

“Kami mengapresiasi materi yang disampaikan oleh Bapak Gilang. Pendidikan inklusif memberikan perspektif yang sangat penting bagi guru agar kita semakin peka terhadap kebutuhan setiap murid. Mudah-mudahan apa yang diperoleh dalam lokakarya ini dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas,” ucap Ramli.

Ramli berharap lokakarya tidak hanya menjadi ruang untuk menambah wawasan, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh GTK MTsN 2 Kota Padang untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan dalam pembelajaran.

“Semoga setelah kegiatan ini, kita semakin mampu menghadirkan pembelajaran yang ramah, inklusif, dan memberikan kesempatan kepada seluruh murid untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” pungkasnya.