Jangan Sampai Lupa, Pembina Upacara MTsN 2 Kota Padang Ingatkan Murid agar Ikuti Aturan Madrasah

MTsN 2 Kota Padang, Humas – Pelaksanaan upacara pengibaran bendera dilapangan  MTsN 2 Kota Padang  berlangsung khidmat dan tertib. Upacara tersebut dilaksanakan oleh murid kelas 9.6 di bawah bimbingan wali kelas, Arnevi, S.Pd., sementara Yulia Devianti, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara, Senin (5/9/2026).

Upacara diikuti oleh unsur pimpinan madrasah, majelis guru, tenaga kependidikan, guru muda dari mahasiswa PPL dari UNP dan STAI-PIQ Sumbar serta murid-murid kelas 9 dan 8 yang belajar pagi.

Dalam amanatnya, Yulia Devianti terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan peserta upacara yang telah mengikuti kegiatan dengan tertib. Menurutnya, pelaksanaan upacara merupakan salah satu bentuk pembiasaan positif yang dapat menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa cinta terhadap madrasah.

“Terima kasih dan apresiasi kepada petugas upacara kelas 9.6 yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Begitu juga kepada seluruh murid yang sudah mengikuti upacara dengan tertib dan khidmat,” ungkap Yulia.

Selanjutnya, Yulia mengajak seluruh murid untuk senantiasa mensyukuri berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT, terutama nikmat kesehatan dan kesempatan untuk dapat hadir dan belajar di madrasah.

“Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT karena sampai hari ini kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk hadir di madrasah. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama, sehingga nikmat tersebut harus kita syukuri dengan cara mengikuti pembelajaran dan kegiatan madrasah dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Mengangkat tema “Ingat Sebelum Lupa”, Yulia mengingatkan murid agar membiasakan diri mempersiapkan segala sesuatu sebelum memulai aktivitas di madrasah. Kebiasaan mempersiapkan kebutuhan sejak awal dinilai penting agar murid tidak mengalami kesulitan ketika proses pembelajaran berlangsung.

“Kalau kita ingin mengikuti kegiatan belajar dengan baik, maka segala sesuatu harus dipersiapkan terlebih dahulu. Ingat sebelum lupa. Jangan sampai ketika sudah berada di madrasah baru teringat ada perlengkapan yang tertinggal di rumah,” pesannya.

Ia menambahkan, persiapan tersebut bukan hanya berkaitan dengan perlengkapan belajar, tetapi juga kesiapan diri, seperti buku pelajaran sesuai jadwal, alat tulis, tugas, serta berbagai kebutuhan lainnya.

“Biasakan mengecek kembali apa yang harus dibawa sebelum berangkat ke madrasah. Dengan persiapan yang lengkap, kita akan lebih siap mengikuti pembelajaran dan tidak mengganggu proses belajar karena lupa membawa sesuatu yang diperlukan,” lanjutnya.

Selain mengingatkan pentingnya persiapan, Yulia juga mengajak murid untuk memahami dan mematuhi aturan yang berlaku di madrasah. Menurutnya, aturan dibuat bukan untuk membatasi murid, melainkan untuk menciptakan suasana pendidikan yang tertib, aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.

“Jangan sampai kita lupa dengan aturan madrasah. Patuhi ketentuan yang sudah ditetapkan, mulai dari kedisiplinan, kelengkapan belajar, ketepatan waktu, hingga sikap dan perilaku selama berada di lingkungan madrasah,” tegasnya.

Di akhir amanat, Yulia berharap pesan “Ingat Sebelum Lupa” dapat menjadi kebiasaan positif bagi seluruh murid. Dengan membiasakan diri mengingat dan mempersiapkan segala sesuatu sejak awal, murid diharapkan mampu menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan siap menghadapi berbagai kegiatan di madrasah.